UNIK NEWS

" Selamat Datang di blok Unik2unik, blog ini berisikan kumpulan artikel Bisnis yang penuh inspiratif "

" www.Unik2unik.blogspot.com "

Sabtu, 10 Agustus 2013

4 Alasan Anda Gagal Mendatangkan Pembeli Dari Facebook

1. Posting Anda Hanya Berisi Promosi 

Setelah calon pelanggan Anda me-”Like” Facebook Page Anda, mereka secara sadar atau tidak telah berusaha membangun komitmen dengan brand Anda. Mereka percaya pada bisnis Anda atau paling tidak ingin mengenal bisnis Anda lebih dekat lagi. Banyangkan betapa kecewanya mereka saat Facebook Page Anda hanya berisi promosi produk-produk Anda.
Selain membosankan, promosi juga jarang menyebar ke pengguna lain karena kebanyakan promosi tidak layak untuk disebarkan. Hal ini tentunya akan mengurangi dampak penggunaan Facebook yang memiliki pengguna yang cukup besar di Indonesia.
Alternatifnya Anda mulai dapat mem-posting sekedar sapaan, apa yang terjadi di belakang layar, ikut kedalam pembicaraan yang sedang marak di social media, dan lain-lain. Berhentilah hanya menjual dan mulailah berteman.

2. Posting Anda hanya Berisi Text

Pernahkah Anda perhatikan , kenapa tidak semua update status teman-teman Anda terlihat di Facebook Anda? Biasanya yang muncul seringkali orangnya itu-itu saja? Hal ini disebabkan karena algoritma Facebook yang bernama Edge Rank. 
Edge Rank akan memilah-milih mana posting terbaik untuk ditampilkan dalam Facebook Anda. Edge Rank menilainya berdasarkan beberapa variabel, salah satunya adalah: jenis posting. Foto atau gambar memiliki peringkat yang lebih baik daripada text, video lebih baik daripada foto, dan seterusnya. Karenanya jika Anda hanya meng-update status yang hanya berisi text, kemungkinan status atau posting Anda akan tenggelam ditelan status orang lain.
Sering-seringlah mem-posting sesuatu selain text. Bisa foto, gambar, infografik, video, link menuju artikel yang Anda suka, dan lain-lain. Dengan begini, Facebook Page Anda akan lebih bervariasi. Selain untuk mendapatkan Edge Rank yang lebih baik, juga agar tidak membosankan bagi calon pelanggan Anda.

3. Facebook Page Anda Tidak Terhubung Dengan Baik Dengan Toko Online Anda

Ini juga merupakan masalah yang sering terjadi. Banyak bisnis tidak menuliskan detail bisnis bahkan URL bisnisnya di Facebook Page. Sehingga pengunjung yang sudah datang, harus bersusah payah mencari detail produk atau bisnis Anda. Memang mengisi detail bisnis Anda di Facebook Page adalah proses yang melelahkan, namun peranannya fatal untuk kedepannya.
Facebook adalah sarana branding yang baik, namun Anda harus bersabar dalam melakukannya.

4. Terlalu Banyak Yang Harus Di Klik

Saat toh Anda ingin mempromosikan produk terbaru, mudahkan calon pelanggan Anda untuk melakukan transaksi. Jangan mem-posting URL toko online Anda, karena nantinya calon pembeli Anda harus terlebih dahulu mengunjungi toko online Anda, lalu harus memilih diantara belantar produk. Bagikanlah langsung halaman produk Anda, terutama jika Anda sedang melakukan promosi seperti discount. Mudahkan transaksi dengan memperpendek prosesnya.
02.07 Diposting oleh Unknown 0

5 Cara membuat Pelanggan anda Kembali Lagi

1. Bulatkan Kebawah

Pembulatan harga kebawah sudah menjadi teknik yang lama digunakan oleh perusahaan-perusahaan, baik besar maupun kecil, sejak dulu kala. Pembulatan kebawah akan memberikan rasa “kekeluargaan” ala pasar tradisional kedalam bisnis Anda. Bahkan perusahaan sebesar Carrefour pun melakukannya.
Pembulatan kebawah berarti menggenapkan harga yang harus dibayar oleh pelanggan Anda menuju satuan harga genap terdekat. Sebagai contoh, harga produk Anda adalah Rp. 15.275, maka Anda bisa menggenapkannya ke bawah menjadi Rp. 15.200, atau mungkin jika Anda berani Anda bisa membulatkannya hingga Rp. 15.000.
Mungkin secara hitung-hitungan, pembulatan kebawah sepertinya tidak akan begitu berdampak, namun dari sisi psikologis pembeli, saat mereka membayar dibawah harga tertulis, mereka akan merasa telah melakukan sebuah transaksi yang menguntungkan.
Ingatlah, pembeli bisa saja lupa dengan apa yang Anda jual, namun mereka tidak akan lupa dengan apa yang mereka rasakan terhadap Anda.

2. Perhatikan Hal-hal Kecil

Semua orang suka diperhatikan, termasuk pembeli Anda. Mereka sudah mengeluarkan uang mereka untuk Anda, tentunya mereka akan mengharapkan sedikit perhatian dari uang dan usaha yang sudah mereka keluarkan untuk bertransaksi ditempat Anda.
Anda bisa memulainya dengan mengingat transaksi apa saja yang pernah mereka lakukan di tempat Anda, atau jika pembeli Anda mengajak Anda untuk berbincang-bincang ringan, responlah dengan sepenuh hati. Dengarlah setiap hal yang mereka ceritakan dengan bersungguh-sungguh semampu Anda, jangan berpura-pura. Jika Anda memang sedang sibuk dan tidak bisa membalas percakapan, permisilah dengan baik-baik, sebagian besar pembeli akan mengerti saat Anda permisi.
Saya memiliki teman di Medan (sebut saja namanya Bunga) yang selalu kembali ke toko yang sama saat akan membeli pakaian anak, padahal lokasi toko tersebut jauh, ramai, dan sulit sekali untuk memarkirkan kendaraan. Namun Bunga selalu memaksakan untuk kesana. Tidak jarang ia dan suaminya merencanakan jauh hari sebelum berangkat kesana karena sulitnya perjalanan. Setelah saya tanyakan, alasannya sederhana, saat Bunga datang, sang penjual selalu menanyakan bagaimana kabar anaknya lengkap dengan menyebutkan nama anak tersebut. Padahal Bunga hanya memperkenalkan anaknya satu kali. Tidak hanya itu, sang penjual juga menyediakan mainan-mainan kecil dan air minum, bahkan rela membantu menggendong sang anak demi membuat sang anak tidak rewel saat Bunga asyik berbelanja.
Anggaplah perhatian ini sebagai investasi jangka panjang. Lakukanlah dengan rutin, berlatihlah menjadi pendengar yang baik.

3. Pekerjakan Orang-orang Yang Tepat

Tidak bisa dipungkiri, perlakuan buruk kepada pelanggan lebih sering datang dari karyawan daripada dari pemilik bisnis. Karenanya pekerjakanlah orang-orang yang tepat untuk membantu Anda dalam menjalankan bisnis Anda. Pilih karyawan yang memiliki jiwa melayani yang besar. Karyawan yang tidak hitung-hitungan dalam bekerja walaupun melebihi apa yang Anda bayarkan ke mereka.
Anda harus berada di barisan depan untuk menginspirasi. Selalu ingatkan mereka kenapa mereka harus ikhlas melayani. Contohkanlah dalam aktivitas Anda sehari-hari dalam menjalankan bisnis.

4. Gunakan Bahasa Yang Bersifat Pribadi

Jangan gunakan jargon-jargon bisnis seperti: “sistem, stok, retur.”  gantikan dengan istilah-istilah yang lebih kekeluargaan seperti: “kebijakan perusahaan, persediaan, pengembalian.” Sederhanakanlah komunikasi perusahaan Anda ke konsumen sebisa mungkin. Konsumen tidak perduli dengan istilah internal perusahaan Anda palagi jika hanya Anda dan tim Anda yang mengerti.

5. Tetap Jaga Komunikasi

Jangan menghubungi pembeli Anda hanya umtuk promosi, tidak ada salahnya mengirimkan sms atau email sekedar hanya untuk menanyakan kabar. Jika Anda ingin berpromosi secara langsung, jangan mempromosikan seluruh barang yang Anda jual secara acak. Iklankanlah barang yang Anda tahu akan membuat pelanggan Anda tertarik. Kembali ke kasus Bunga diatas, jangan kirimkan email iklan untuk peralatan kehamilan (karena Bunga sudah melahirkan.) Tulislah email yang lebih pribadi yang sesuai dengan usia dan karakteristik si anak.
Buatlah sistem database untuk pelanggan Anda. Tidak harus canggih, Anda bisa menggunakan buku tulis biasa untuk memulainya. Setelah Anda memiliki data pelanggan yang cukup, Ingatlah singkatan: “P.A.T.T.” atau “Ping All The Time” artinya beritahukan terus-menerus, walaupun bukan untuk tujuan berpromosi. Berilah sentuhan yang lebih pribadi untuk menghindari iklan Anda dianggap sebagai spam.

Bagaimana dengan Anda? Punya pengalaman menarik dalam mendatangkan kembali konsumen Anda?
02.05 Diposting oleh Unknown 0

5 Cara membuat bisnis anda Naik Kelas

1. Mulai dengan ide yang hebat

Kelihatannya memang sangat mudah, tapi percayalah, untuk mendapatkan sebuah ide yang hebat, dibutuhkan usaha yang hebat juga, karena tidak mudah mendapatkannya.
Jika anda mempunyai ide yang hebat, dan dapat mengidentifikasikan pasar yang akan dituju untuk menjual ide tersebut, maka bisnis yang anda dirikan akan tumbuh dengan cepat. Pertumbuhan yang cepat ini juga akan menarik perhatian para investor untuk mengambil bagian dan memberikan dana mereka untuk anda kelola.
Tapi jika anda telah merasa bisnis yang anda dirikan sudah tidak menunjukan sebuah pertumbuhan, entah itu karena ide anda sudah mulai tidak cocok lagi dengan pasar, atau kapasitas pasar yang tidak mendukung, sudah saatnya anda melakukan sebuah “pivot” di bisnis anda.
Pivot adalah trik dimana anda mengubah ide anda ke arah yang berbeda, dan tentunya pasar yang berbeda. Anda harus bisa mem-pivot bisnis anda sampai ide anda benar-benar bekerja dan menghasilkan keuntungan.

2. Cari orang-orang terbaik untuk start-up anda

Sudah menjadi rahasia umum bahwa tim dibalik sebuah startup sangat menentukan masa depan dari bisnis anda. Biasanya pada masa startup, bisnis anda memiliki antara 1 sampai 10 karyawan. Pastikan mereka adalah orang-orang yang spesial yang mampu membantu anda menjalankan bisnis anda. Mereka haruslah kreatif, fleksibel dan juga agresif dalam membuat inovasi.
Untuk membangun sebuah perusahaan yang besar, anda membutuhkan orang-orang yang memiliki keahlian yang khusus pada masa start-up. Mereka harus ahli pada bidangnya, untuk menghindari sebuah kesalahan fatal yang dapat menghancurkan bisnis anda.
Jika ide anda tidak mampu membuat para investor tertarik dengan bisnis anda, buatlah sebuah tim yang solid yang mampu menjual ide tersebut, dengan begitu para investor berangsur-angsur akan melirik bisnis anda.

3. Jangan berpatokan dengan latar belakang pendidikan

Pendidikan tinggi dapat menjadi indikator dari keahlian mereka. Tapi, penting sekali untuk memahami bahwa pendidikan rendah tidak menentukan kurangnya keahlian. Anda tidak harus merekrut orang-orang lulusan universitas terkenal dengan gelar MBA untuk start-up anda.
Ingat sekarang adalah keadaan dimana informasi dapat bertukar secara cepat, orang-orang dapat belajar melalui internet tanpa harus membayar biaya mahal-mahal untuk kuliah. Kadang orang-orang ini lebih ahli dibanding mereka yang belajar bertahun-tahun di universitas.
Faktanya jarang orang pintar yang menjadi seorang pengusaha sukses, karena ini adalah duniaentrepreneurship dimana hanya orang-orang yang berani mengambil resiko yang dapat menjadi sukses. Banyak orang-orang sukses yang tidak mempunyai latar belakang pendidikan tinggi, contohnya adalah Bill Gates dan Steve Jobs.

4. Jangan terlalu terikat kepada karyawan.

Jika anda telah berhasil membuat bisnis anda berjalan dan mempunyai beberapa klien, ini saatnya untuk mengembangkan usaha anda. Mungkin anda harus merekrut orang-orang baru untuk menjadi tim dengan karyawan pertama anda. Semakin berkembang, semakin banyak juga karyawan yang harus anda rekrut.
Pada dasarnya, beberapa karyawan lama anda mungkin dapat beradaptasi dengan transisi dan pertumbuhan perusahaan anda, tapi ada juga yang tidak bisa. Ini fakta. Jika anda merasa ada karyawan anda yang tidak bisa beradaptasi dengan pertumbuhan ini, anda harus berbicara kepada mereka untuk dapat membuat mereka bisa beradaptasi. Namun jika memang tidak bisa, ada baiknya anda untuk melepasnya dari perusahaan anda.
Kadang orang-orang yang sangat berjasa saat awal perusahaan anda harus bisa anda lepaskan jika tidak lagi dapat beradaptasi dengan misi dan kebutuhan perusahaan, ini adalah sebuah hal yang harus diterima.

5. Buat tim yang transparan

Ini adalah poin terakhir, tapi juga poin yang paling penting. Sebuah tim harus bisa saling transparan satu sama lain, mereka harus terbuka mengenai keadaan dalam perusahaan terutama jika bisnis anda masih dalam masa start-up. Dimana  karyawan anda bekerja keras untuk membuat bisnis anda hidup.
Mereka berhak tahu tentang informasi dari manajemen dan akan mengharapkan keadaan perusahaan yang jujur. Karena masa start-up adalah masa yang penuh dengan resiko, karyawan harus mendapat informasi yang transparan kapanpun dan dimanapun. Dalam hal ini, jika bisnis anda mengalami sebuah berita buruk, para karyawan tidak terlalu terkejut, karena mereka telah tahu dari sebelumnya.

Mendirikan sebuah start-up adalah hal yang sulit, tapi membuat start-up tersebut sampai menjadi sebuah perusahaan bisa menjadi sangat sulit. Jika anda mempunyai ide yang hebat dan tim yang solid dibalik produk anda, bisnis anda berpotensi untuk berkembang. Dan jika anda bisa menjadi manajer yang baik dari ide dan tim hebat anda, pasti perusahaan ana akan bisa meraih sukses dalam jangka panjang.
02.04 Diposting oleh Unknown 0

3 Cara menemukan ide bisnis dari kehidupan sehari hari

1. Buat daftar dari setiap kesempatan yang Anda sadari.

Sadar atau tidak, dunia ini penuh dengan masalah yang harus diselesaikan. Anda mungkin sering melihat masalah yang terjadi di sekitar Anda yang mungkin orang lain abaikan.
Sebenarnya masalah adalah sebuah peluang untuk Anda menggali ide bisnis didalamnya, catat masalah tersebut dalam sebuah daftar, dan jika Anda memiliki waktu luang Anda dapat mencari ide bisnis dari masalah tersebut.
Jika Anda kesulitan melakukan hal tersebut, mulailah dari diri Anda sendiri. Tanyakan kepada diri Anda, apa yang masalah yang pernah atau sering Anda hadapi sehari-hari? Dapatkah Anda membuatnya semakin mudah? Semakin nyaman? Masalah Anda dapat membantu Anda untuk menemukan sebuah ide bisnis baru.

2. Cari ide bisnis di berbagai macam tempat.

Ide bisnis baru membutuhkan sebuah kreativitas, yang tentunya harus dipenuhi dengan sebuah keragaman dan juga sesuatu yang baru. Anda mungkin menemukan ide bisnis yang sangat bagus ketika Anda sedang berlibur atau inspirasi yang tidak terduga muncul saat Anda mengunjungi sebuah lokasi.
Jika Anda bisa membuka mata Anda, jawaban akan ada langsung di depan Anda. Tapi dunia Anda harus cukup luas dan beragam untuk membantu Anda untuk menemukan sebuah ide bisnis baru.
Bayangkan Anda hanya berada di rumah terus menerus, pastinya ada sangat sulit menemukan ide baru, karena dunia Anda hanyalah rumah. Namun jika Anda berkeliling lingkungan sekitar rumah Anda, tentu pandangan Anda akan lebih luas dibanding jika Anda berada di rumah terus menerus.
Selain menjelajah dunia baru, interaksi juga diperlukan. Mengapa? karena Anda tidak dapat mengetahui keadaan serta masalah dunia baru Anda tanpa bertanya kepada orang sekitar tentang dunia baru tersebut. Hal ini pun berujung kepada networking, dimana Anda membangun relasi kepada orang-orang baru dan menggali semua informasi yang tentunya akan memunculkan ide bisnis baru.

3. Perhatikan bagaimana orang lain menyelesaikan masalah bisnis mereka.

Di dalam setiap kesempatan, Anda pasti dikelilingi oleh masalah yang orang lain coba pecahkan. Ini merupakan kesempatan untuk belajar. Mulai lihat bagaimana memecahkan masalah mereka, bagaimana mereka membuat semuanya menjadi lebih baik. Anda mungkin akan dapat menemukan cara yang lebih baik untuk menangani masalah yang sama daripada yang orang lain lakukan.
Anda sangat boleh meminjam dan menggunakan ulang dan mengaplikasikan ulang ide bisnis yang Anda lihat atau orang lain sudah lihat. Tentunya dengan cara memecahkan yang lebih baik dari orang tersebut.
Sudah siap mencari ide baru?
02.03 Diposting oleh Unknown 0

Jumat, 09 Agustus 2013

10 Tanda Pemilik Jiwa Pengusaha

1. Benci Terhadap Ketidakjelasan

Anda mungkin pernah bertanya-tanya mengenai sesuatu hal yang anda kerjakan, dan mengapa anda melakukan hal tersebut. Anda mungkin tidak akan melakukan sebuah pekerjaan jika tidak mendapat penjelasan tentang apa yang akan kerjakan. Anda bukanlah robot yang hanya disuruh-suruh untuk melakukan sesuatu hal tanpa mengetahui alasan dibalik mengapa anda harus melakukan hal tersebut. Jika anda bukan robot maka anda adalah seorang entrepreneur.

2. Mudah Bosan

Anda merasa bahwa diri anda mudah bosan terhadap sesuatu yang anda kerjakan, dan membuat anda merasa bahwa itu adalah sebuah masalah. Sebenarnya tidak ada yang salah jika anda merasa bosan dengan aktivitas yang tidak menantang bagi anda dan hanya melakukan aktifitas yang sama setiap waktu. Inilah alasan Bill Gates drop out dari kuliah dan memilih untuk mengembangkan Windows, karena dia mudah bosan.

3. Dipecat dari Pekerjaan

Anda dipecat dari pekerjaan anda karena anda terlalu kreatif dan merasa ingin melakukan sebuah perubahan bagi diri anda sendiri dan bagi orang lain. Dengan terbebasnya anda dari pekerjaan anda yang  melarang anda untuk kreatif, maka anda dapat mengubah kreativitas anda tersebut dengan menjadi seorang entrepreneur.

4. Dicap sebagai Pemberontak

Anda ingin melakukan sebuah perubahan namun anda malah dituduh sebagai pemberontak dalam perusahaan tempat dimana anda bekerja. Keluarlah dari pekerjaan anda, wujudkan ide anda tersebut, dan tunjukan kepada mereka bahwa pemberontakan anda mampu membuat anda menjadi seorang entrepreneur sukses.

5. Siap untuk Membuat Sesuatu Menjadi Lebih Baik

Anda selalu melihat bahwa diri anda mampu membuat sesuatu menjadi lebih baik. Anda selalu ingin memberikan pendapat anda kepada orang lain untuk membuat sesuatu menjadi lebih baik daripada sebelumnya.

6. Masa Muda Anda Penuh Intimidasi

Anda mungkin sering dikritik dan bahkan diintimidasi saat anda masih kecil atau remaja. Mungkin inilah waktu bagi anda bahwa anda mampu berbuat lebih dari apa yang mereka katakan dan menunjukan kekuatan anda yang sebenarnya.

7. Obsesif

Anda adalah orang yang obsesif karena anda sulit untuk melepaskan sesuatu yang telah anda mulai. Jangan biarkan orang lain meyakinkan anda bahwa ini adalah sebuah kegagalan yang akan membuat hidup anda menderita. Semua entrepreneur sukses selalu ketagihan dan tenggelam dalam sesuatu yang telah mereka mulai. Howard Schultz sangat obsesif dengan Starbucks yang dia mulai, walaupun semua keluarganya menentang dia untuk mengembangkan Starbucks.

8. Takut untuk Bertindak Sendirian

Jiwa entrepreneur di dalam diri anda takut untuk keluar dan menunjukan dirinya jika anda tidak berani untuk memulainya. Anda mungkin takut untuk mengambil resiko untuk menjadi entrepreneur karena terlalu beresiko. Jika anda takut, maka tidak dapat menunjukan sisi entrepreneur anda, dan justru akan mematikan jiwa tersebut. Anda pun baru akan menyesal dikemudian hari karena ketakutan ini.

9. Dihantui dengan Mimpi Anda

Anda mempunyai ide namun anda takut untuk melakukan. Perlu diketahui bahwa ide tersebut tidak akan pernah hilang, dan akan menghantui anda. Bahkan bisa saja ide tersebut mengganggu fokus anda dalam pekerjaan anda. Anda tinggal memilih, mewujudkannya atau malah mematikan ide tersebut.

10. Tidak Suka Sesuatu yang Biasa

Anda tidak suka dengan hal yang biasa saja. Anda tidak suka menjadi orang normal. Entrepreneur sukses diluar sana adalah orang-orang yang tidak suka menjadi orang normal, karena mereka memilih untuk mengorbankan seluruh hidupnya untuk mewujudkan ide gila mereka.

Adakah tanda-tanda tersebut dalam diri Anda?
23.59 Diposting oleh Unknown 0